Cegah Diabetes dengan Menurunkan Berat Badan, Review Slim and Fit

review slin and fit untuk mencegah diabetes

Last Updated on: 17th May 2023, 09:13 pm

Saya dan ibu sedang asik bercanda di telepon, ketika tiba-tiba ibu berkata, “Eh, Nok….”*

Hati saya langsung mencelos, sapaan pembuka seperti itu biasanya adalah awal berita buruk. Dan benar dugaan saya,

“Bapakke Ratna sedo,” ibu mengabarkan. “Gerah diabetes“*

Ah, penyakit itu lagi….

Per tahun ini, saya sudah kehilangan 4 orang anggota keluarga besar karena penyakit diabetes. Dua anggota keluarga karena diabetes tipe 1, dan dua lainnya karena diabetes tipe 2. Dan entah mengapa, kekhawatiran menderita penyakit ini, semakin mengganggu pikiran saya. Bisa jadi karena gaya hidup saya selama ini,-yang hobi begadang dan ngopi instan,- membuat saya khawatir akan menderita penyakit ini.

Seperti kita tahu, diabetes tipe 1 biasanya terjadi karena adanya riwayat dalam keluarga, usia, juga ras bangsa. Sementara tipe 2 biasanya karena pola makan yang tidak sehat, kelebihan berat badan dan kurangnya aktivitas fisik.

Kata-kata Prof. Sidartawan Soegondo dalam mini seminar diabetes, sering terngiang di telinga saya,

“Kita tidak akan pernah bisa mengubah riwayat kesehatan keluarga, usia, serta  ingin dilahirkan dalam ras bangsa tertentu. Tapi ada banyak hal yang pasti bisa kita ubah, seperti cara kita makan, cara menjalani hidup sehari-hari, dan berat badan. Ketiga hal tersebut bisa kita ubah untuk mencegah diabetes menggerogoti kita selamanya.”

Menurunkan berat badan, ternyata tidak cukup dengan olah raga saja

Saya paling takut terkena diabetes, karena penyakit ini tidak akan pernah bisa sembuh, plus  menjadi awal dari datangnya banyak penyakit.

Jadi, mulai tahun ini saya serius menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan aktivitas fisik.

Saya mulai dengan menginstal aplikasi kesehatan 8Fit dan Google Tracker, dan lebih aktif bergerak. Misalnya, saat ingin membeli sayur atau belanja di mini market yang hanya berjarak 100 meter dari rumah, biasanya saya naik sepeda. Tapi karena ingin lebih sehat, saya memilih untuk jalan kaki saja. Naik sepeda sebetulnya juga membakar kalori, tapi dengan jarak yang sama, kalori lebih banyak terbakar dengan berjalan kaki.

Satu bulan berolahraga rutin, ternyata saya masih belum dapat menurunkan berat badan. Ya, badan saya memang lebih segar, tidak gampang ngos-ngosan lagi, tapi sepertinya berat badan saya tidak ada perubahan sama sekali.

Bisa jadi, karena saya juga tidak mencoba rekomendasi makanan yang disarankan pada aplikasi. Habis menunya kok susah-susah, ya. Bahan makanannya pun susah dicari disekitar saya. Tambahan lagi, saya harus meluangkan waktu untuk memasak menu lain, selain menu yang dikonsumsi keluarga.

Akhirnya saya mengakali dengan mengurangi jumlah makanan dan makan sayur-buah lebih banyak. Sayangnya, cara makan model saya ini, rawan kelebihan kalori. Apalagi kalau makannya sempat telat… aduh, lapar mata jadinya, semua pengen dimakan.

Ya, memang kenyataanya, olahraga tanpa mengontrol asupan kalori memang tidak akan ada artinya. Situs vitals.lifehacker.com pernah mengulas, hanya untuk menghilangkan 1kg lemak, kita perlu olahraga selama 77 jam (tarik napas dulu). Beda halnya jika, olahraga juga diikuti dengan pengaturan pola makan, “kewajiban jam olahraga” yang harus dijalani akan jauh lebih berkurang.

Pengalaman menurunkan berat badan dan mengatur pola makan dengan Slim and Fit (review)

Saat sedang usaha menurunkan berat badan, saya mendapat tawaran dari Blogger Perempuan untuk mencoba Slim and Fit, sebuah produk minuman untuk membatu kita mengatur pola makan.

Begitu produk tiba di rumah, saya langsung menuju bagian cara menggunakan produk. Pada kemasan tertulis jika produk Slim and Fit dapat menurunkan berat badan 1-2 kg dalam jangka waktu satu minggu. Tentu saja jika konsumsi sesuai petunjuk pemakaian, mengatur pola makan, dan olahraga.

Agar penggunaan optimal, disarankan agar kita mengunjungi situs Slim and Fit untuk mendapat rekomendasi atau konsultasi ahli tentang menu juga cara terbaik untuk mengkonsumsi produk susu ini.

Awal membuka situs, eh, ternyata saya diminta memasukkan berat badan untuk menentukan BMI.  Berhubung di rumah tidak ada timbangan berat badan, saya lari dulu ke apotik untuk numpang menimbang berat badan. 😁😁

review slim and fit untuk mencegah diabetes
Penting untuk tahu BB awal sebelum mulai diet

Selesai cek berat badan, saya balik lagi ke halaman konsultasi. Dan …jeng-jeng, saya overweight! Dengan tinggi badan yang hanya 150, dan BB 55kg, saya ada pada titik BMI 24,44%. Jadi, diet yang harus saya lakukan cukup-cukup ketat.

Oh ya, sebelum lebih jauh, saya termasuk penganut pengertian

“Diet adalah mengatur pola makan; bukan tidak makan “

Selain ada pengaturan pola makan aka. diet yang diberikan, di situs Slim and Fit ini juga disediakan rekomendasi menu apa saja yang bisa dikonsumsi, agar kalori dan kebutuhan gizi harian terpenuhi, tapi tidak melebihi dari kebutuhan kalori harian.

cegah diabetes dengan menurunkan berat badan
Hasil cek BB dan kebutuhan kalori harian saya untuk turun berat badan

Perubahan pola makan dan aktivitas yang saya lakukan selama mengkonsumsi Slim and Fit

Saya suka beberapa menu yang Slim and Fit sarankan, selain sederhana, juga mudah untuk dimasak. Tapi kadang, ya hanya makan makanan yang saya masak sehari-hari. Tapi saat masakan pagi sudah habis, saya memilih untuk merebus sayuran hijau, yang memang biasa tersedia di rumah.

review slim and fit untuk mencegah diabetes
Menu makan siang alternatif 1

Meskipun begitu, saya tetap melakukan beberapa perubahan, seperti mengganti nasi beras putih dengan nasi beras merah, mengurangi gorengan, dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Jumlah makanan yang saya konsumsi juga saya sesuaikan dengan jumlah yang disarankan, seperti nasi 100gram, buah seberat 190gram, sayur dan lauk cukup satu porsi.

review slim and fit untuk mencegah diabetes
Menu makan siang alternatif 2

Jenis olahraga yang saya lakukan masih sama, yaitu Tabata, Aerobik high impact, jalan kaki, bersepeda, dan plank.

Hasil setelah mengkonsumsi Slim and Fit selama seminggu

Seperti yang ditulis pada kemasan, saya mencoba mengkonsumsi Slim and Fit selama satu minggu. Tepatnya mulai tanggal 26 April sampai 3 Mei. Eh, lewat sehari, ya?

Dihari Senin (28 April ) saya berpuasa sunah, dan karena tidak tahu bagaimana cara mengkonsumsi Slim and Fit saat puasa, sehari itu saya sama sekali tidak minum Slim and Fit.

Saat mampir di halaman penggemar Facebook Slim and Fit, iseng saya tanya bagaimana cara mengkonsumsi Slim and Fit pada saat puasa. Dan ternyata ya, sama saja, dua kali sehari pada saat sahur dan berbuka. (catatan: porsi dua kali sehari adalah porsi untuk menurunkan berat badan).

Khawatir akan langsung kenyang, di hari Kamis saat puasa sunah kedua, saya minum Slim and Fit satu jam sebelum makan sahur dan malam hari setelah sholat Isya. Tentu saja tetap menunggu dua jam sebelum saya beranjak tidur.

Minum Slim and Fit saat sahur ternyata juga membuat saya tidak mudah lapar. Kabarnya sih, karena karbohidrat Slim and Fit dalam bentuk Isomaltosa, jenis karbohidrat yang yang mampu bertahan lebih lama, serta konstan dalam menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh, termasuk otak.

Dan inilah hasilnya,….

review slim and fit untuk mencegah diabetes
Saya turun 1,5kg, Yeay! 💃💃

Ternyata memang benar kombinasi pengaturan pola makan dan olahraga memang bisa membantu kita turun berat badan, dan dibantu dengan Slim and Fit bisa lebih cepat ‘kan?

Jadi, apakah akan terus minum Slim and Fit? 

Ya, tentu saja. Saya masih perlu untuk menjaga berat badan bukan? Toh, Slim and Fit ini bukan minuman diet yang akan membuat kita ketagihan.

cegah diabetes dengan menurunkan berat badan

Bagi saya pribadi, Slim and Fit juga bisa menjadi minuman pengganti saat sarapan. Seperti saat kemarin harus buru-buru berangkat ke Gapura Digital, padahal saya belum sempat sarapan. Daripada di jalan nahan lapar, dan akhirnya kalap makan saat siang, saya milih minum Slim and Fit saja.

Dengan minum Slim and Fit, saya tidak perlu kawatir akan kelebihan kalori, karena Slim and Fit memgandung kandungan gizi yang seimbang namun kalorinya terkontrol, sehingga saya akan lebih mudah menjaga berat badan.

Harapan saya, dengan menjaga berat badan yang ideal dan lebih aktif bergerak, kemungkinan untuk terjangkit penyakit diabetes juga akan turun.

Alasan ingin tetap mengkonsumsi Slim and Fit lainya, adalah saya punya kode diskon 20% untuk pembelian setiap pembelian minimal 3 box Slim and Fit di Kalbe Store.

rahayu20

Kode diskon diatas tidak hanya berlaku untuk saya lho, Sahabat RBP juga bisa ikut menikmati diskon diatas. Cukup masukkan kode diatas pada saat proses pembayaran.

cegah diabetes dengan menurunkan berat badan

Nah, jika saat ini Sahabat RPB juga sedang berusaha menurunkan berat badan, minuman berbahan dasar susu ini, bisa Sahabat coba.

Oya, saya punya tips nih, agar hasilnya nanti sesuai dengan yang diharapkan, yaitu:

  1. Ketahui dulu berat badan awal.
  2. Kunjungi situs resmi Slim and Fit (https://www.slimandfit.co.id) untuk mendapatkan rekomendasi menu dan tips menurunkan berat badan yang tepat.
  3. Jangan tinggalkan olahraga. Olahraga perlu dilakukan agar metabolisme tubuh lebih baik.
  4. Nikmati Slim and Fit dengan perlahan, selayak Anda sedang makan, tidak perlu buru-buru, biarkan tubuh mencerna dengan perlahan.  
  5. Slim and Fit bukan minuman penghilang lemak tubuh, karena itu wajib tetap menjaga pola makan sesuai dengan yang direkomendasikan dan jangan makan suka-suka, ya. 
Jadi, siap untuk turun berat badan dengan mengubah pola makan? Pilih Slim and Fit sebagai “kawan seperjuangan” …. 😉😉

 

Note:
*Nok: panggilan untuk anak perempuan Jawa
*Sedo: bahasa Jawa Krama Inggil untuk kata meninggal dunia
*Gerah: bahasa Jawa Krama Inggil untuk kata sakit

Show 2 Comments

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *