Multitasking, Yay or Nay

multitasking_rahayupawitri_penuliskontenprofesional
Seberapa efektif multitasking untuk Anda?
(pic. source: freepik.com)

Multitasking, untuk para ibu rumah tangga, kata tersebut pasti sudah tak asing lagi. Malah mungkin sudah menjadi cara bagi ibu, untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangganya. Misalnya ni, nungguin masakan mateng sambil giling cucian di mesin, motong sayuran sambil pantengin chat di grup, sampe nyetrika sambil nyimak kelas online.

World of Emak memang seringkali hilarious ya, he he he
Orang bilang, wanita paling cocok untuk memiliki pekerjaan sampingan. Alasannya, karena mereka terlahir dengan bakat ilmiah untuk … multitasking!
Ya, bisa jadi itu salah satu kelebihan seorang wanita, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Manfaat multitasking 

Cara bekerja seperti memang cukup melelahkan. Tapi kabarnya, ada manfaatnya juga lho, menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Yang pertama tentu saja pekerjaan yang selesai bisa lebih banyak. Mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu juga bisa menjauhkan kita dari rasa bosan, bahkan bisa jadi merangsang sisi kreativitas kita untuk mencari cara efektif menyelesaikannya.

Contohnya, saat berdiri di antrian atau jemput anak di sekolah. Daripada menghabiskan waktu nge-cek chat grup atau kabar dari komunitas di meja kerja, akan lebih efektif bila kegiatan tersebut dilakukan saat ada waktu luang bukan?

Toh, ngintip chat grup bukan pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi, dan harus diselesaikan saat itu juga.

Kekurangan multitasking

Sayangnya, multitasking tidak akan cocok bagi Sahabat yang mudah sekali terpecah konsentrasinya. Hasilnya, bisa jadi pekerjaan malah tidak beres, atau selesai,- tapi dengan kualitas yang kurang memuaskan,

Dengan kondisi seperti itu, multitasking tidak lagi menjadi bermanfaat, tapi malah hanya buang-buang waktu saja.

Multitasking biasanya juga tidak cocok diterapkan pada pekerjaan yang memang membutuhkan konsentrasi tinggi. Misalkan menulis konten, desain web, menghitung keuangan perusahaan, menerjemahkan dan masih banyak lagi,

So, mutitasking? Yay, or Nay?

Jika dilihat dari manfaat dan kekurangan multitasking, ada satu hal yang bisa kita garis bawahi, ketepatan pemilihan pekerjaan adalah kuncinya. 
Ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam satu waktu, tapi ada juga pekerjaan yang memang membutuhkan fokus atau perhatian kita. 
Bagi saya pribadi, bukanlah hal yang efektif bila harus mengikuti kelas online sambil tongkrongin chat grup teman, apalagi kalau sambil nulis konten. Dijamin, artikel 300 kata yang seharusnya 30 menit, bisa jadi 2 jam. 
Begitu juga ketika nyambi nyimak chat grup sambil melipat jemuran. Kegiatan yang seharusnya bisa selesai dalam waktu 10 menit, bisa jadi satu jam. Kenapa? Karena saat melihat chat, saya cenderung ingin membalas obrolan teman. He he he. 
Yach begitulah, suka dan duka multitasking. Kalau kamu gimana prens, lebih suka melakukan pekerjaan dengan multitasking, atau malah satu persatu saja?

Show 8 Comments

8 Comments

  1. kalau qu YAY mba, nulis blog kadang sambil nulis report assessment kadang pula sambil bbm-an hahaha..tapi klo di rumah emang mesti multitasking biar semua beres dalam satu waktu

  2. wah, kalau aku nggak sanggup mbak. Pokoke yang namanya nulis, musti fokus. kalau enggak, nulisnya bisa jadi lamaa…. banget.

  3. Saya kalau nulis nggak bisa multitasking. Jangankan disambi gitu, ada orang ngomong kenceng aja udah nggak bisa konsen. Makanya nggak bisa nulis di luaran macam di resto gitu. Kalau goreng ikan sambil online bisa, haha…

  4. Kalo kerjaan rumah emang haris bisa multitasking biar cepet selese… tapi kalo pas nulis aku ga bisa hihihi…

  5. Tergantung yang dikerjakan sih memang ya.. masak sambil cuci piring emang udah gandengan, beda lagi setrika ama nonton drama, ya menang nonton dramanya wkwkwkkw

  6. Sama mbak-e. NUlis tu enake sekali selesai. nah, baru deh lanjut yang lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *